Google Minta Bantuan Netizen untuk Pilih Nama Android Baru

Meski konferensi Google I/O 2016 telah berlangsung, Google belum menemukan nama yang pas untuk Android N. Sebelumnya Google memberikan nama makanan manis untuk kode nama OS Android.

Diharapkan Android N bisa meluncur akhir tahun ini, bahkan Google sampai sekarang masih meminta bantuan para netizen untuk membantu memberikan nama yang tepat untuk Android N. Nama OS baru dan nomor versi selalu dirahasiakan sampai rilis final bergulir.

Seperti sebelum-sebelumnya tradisi Google biasanya memperkenalkan nama dengan patung Android raksasa di halaman Gedung 44 di kampus Google yang merupakan basis tim Android.

Sebagai informasi, urutan setelah versi Alpha dan Beta dimulai dengan nama Cupcake (1,5), Gingerbread (2.3), Ice Cream Sandwich (4.0), KitKat (4.4), dan yang terbaru Marshmallow (6.0). Seperti dilansir dari Geek, Sabtu (21/5/2016), sekarang Android N telah tersedia dalam build Developer Preview untuk beberapa perangkat Nexus.

Pada versi ini, Android N membawa fitur split screen atau multi-windows, mampu mengoptimalkan aplikasi yang berjalan di latar belakang, dan perpindahan aplikasi cepat. Untuk memberikan nama, Google menyediakan tempat bagi Anda yang memiliki ide untuk nama Android N pada website mereka (klik). Google juga telah menyarankan beberapa kategori nama yang tidak disarankan.

Sumber : http://autotekno.sindonews.com/read/1110292/133/google-minta-bantuan-netizen-untuk-pilih-nama-android-baru-1463762754

Tips Memilih Tas Kamera

Tas kamera merupakan salah satu aksesoris wajib dalam fotografi. Sebagai seorang penghobi fotografi yang sering membawa kamera DSLR dan peralatan fotografi lainnya, maka kita harus memastikan bahwa perlengkapan kita dalam kondisi yang aman. Untuk itu, maka kita membutuhkan tas yang dapat membawa semua perlengkapan kita. Namun tas itu tidak hanya yang dapat memuat semua perlengkapan kita, tapi juga dapat melindungi kamera dan memberikan kita kenyamanan.

Ketika kita memutuskan akan membeli tas kamera baru, ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan. Berikut beberapa tips memilih tas kamera :

  1. Pilihlah tas kamera yang memakai bahan berkualitas, biasanya bahan yang baik terasa agak tebal namun lembut dan bersifat tahan air. Pastikan bahan dan risleting yang dipakai mampu untuk menahan beban kamera dan perlengkapan lainnya, terutama untuk tas kamera berukuran besar.
  2. Pilihlah tas kamera yang mempunyai kompartemen khusus sebagai penyimpanan aksesoris kecil seperti kartu memori cadangan, card reader, baterai cadangan, dll. Dengan adanya kantong tersebut , kita dapat menyimpan aksesoris kecil secara terpisah sesuai fungsinya.
  3. Pilihlah tas kamera yang mempunyai peredam benturan. Bahan yang empuk dan sekat yang fleksibel akan lebih memudahkan kita dalam mengatur penempatan kamera dalam tas.Sesuaikan tas kamera dengan kamera dan peralatan lainnya yang akan kita bawa. Tas bahu / shoulder bag / tas selempang menjadi alternatif pilihan jika memilih kemudahan pada saat mengambil atau memasukkan kamera ke dalam tas. Tas punggung / backpack bisa menjadi pilihan jika peralatan yang kita bawa cukup banyak. Ada pula yang berupa tas troli.
  4. Jika anda memilih tas kamera backpack pastikan bagian punggung terdapat busa yang tebal supaya punggung anda tidak sakit saat membawa tas kamera.

Dengan membaca tips memilih tas kamera di atas saya yakin paling tidak anda sudah punya gambaran jenis tas kamera seperti apa yang akan anda beli. Yang paling penting adalah belilah tas kamera sesuai budget dan kebutuhan anda.

Sumber : http://chip.co.id/news/tips-accessories_peripheral/16393/tips_memilih_tas_kamera

Google I/O 2016: Asisten Pribadi dan Cara Baru Chatting

Di ajang Google I/O 2016, Google kembali memperlihatkan teknologi terbaru yang akan dirilis tahun ini. Kali ini, Google memberikan Google Assistant, Allo, dan Duo.

Sundar Pichai selaku CEO dari Google, membuka ajang Google I/O 2016 dengan memperkenalkan teknologi yang akan menjadi basis dari semua features di Androin N, yaitu Google Assistant. Sekilas teknologi ini mirip dengan Siri yang dikembangkan oleh Apple. Namun, berbeda dengan Siri, teknologi ini terintegrasi sepenuhnya dengan teknologi Google sebagai search engine, OS, sampai dengan feature messaging.

Bisa dibilang, Google Assistant adalah asisten pribadi Anda yang terkemas dalam bentuk smartphone. Dengan feature ini, Anda bisa mencari tahu apa saja dengan menggunakan suara Anda. Sebagai contoh, Sundar bertanya kepada Google Assistant, siapakah yang menyutradarai film The Revenant, dari sana Google kemudian memberikan jawabannya dan menampilkan halaman yang berisikan info seputar sang sutradara. Tidak berhenti sampai di situ, Sundar kemudian melanjutkan pertanyaan dengan award apa saja yang pernah dimenangkan oleh si sutradara. Dari sini Sundar memperlihatkan bahwa Google Assistant layaknya seperti asisten pribadi yang bisa kita andalkan untuk menjawab segala macam kebutuhan kita secara berkala, tanpa harus mengulang pertanyaan yang sama.

Setelah memperkenalkan teknologi yang menjadi basis teknologi tahun ini, Sundar kemudian memperkenalkan timnya untuk memperlihatkan feature baru lainnya dari Google, yaitu feature messaging. Yang pertama adalah Allo.

Allo, adalah apps chat messenger seperti apps chatting pada umumnya. Tampilannya tidak jauh berbeda, dan cara bekerjanya pun tidak jauh berbeda. Allo akan mengakses nomor telepon dan contacts Anda untuk menjadi identitas user, dan selanjutnya langsung bisa digunakan ala WhatsApp. Layaknya aplikasi chatting lainnya, Allo juga memiliki emoji dan sticker. Menurut Amit Fulay selaku Product Manager dari Group Communication Google, stiker pada Allo dibuat oleh banyak artis dengan harapan dapat memberikan banyak pilihan stiker yang unik. Saat mengirimkan foto, Anda juga dapat memberikan sentuhan corat-coret terlebih dahulu sebelum dikirim. Serta ada feature yang dinamakan WhisperShout, yang berupa slider untuk mengubah ukuran fonts tulisan yang akan dikirim.

Namun, Allo memiliki feature yang jauh lebih banyak lagi. Salah satunya adalah integrasinya dengan Google Assistant. Di mana, aplikasi chatting ini bisa menebak atau memprediksikan jawaban yang akan Anda kirim berdasarkan dari pengalaman saat menggunakan Allo ataupun berdasarkan dari data yang ditampilkan dari chatting sebelumnya. Misalnya, ada yang memberikan foto lulusan sekolah, Allo akan bisa mengenali foto tersebut sebagai foto Anda saat sekolah dulu, dan akan memberikan beberapa pilihan jawaban terkait hal tersebut. Hal ini bisa mengurangi pengetikan pada keyboard.

Selain itu, Anda bisa ‘ngobrol’ dengan Google melalui aplikasi ini. Seperti halnya aplikasi Chatbot, Anda bisa mengobrol tentang segala hal dengan Allo. Bahkan Anda juga bisa bermain tebak pengetahuan film dengan hanya menggunakan emoji. Karena Allo terintegrasi dengan semua data yang Anda bagi di Google, maka personafikasi-nya akan menjadi lebih akurat. Bahkan Allo juga bisa memberikan saran berdasarkan dari hobi ataupun makanan kesukaan Anda.

Jika itu semua terdengar menakutkan bagi privasi Anda, jangan khawatir karena Allo juga dipersenjatai oleh enkripsi yang digunakan oleh Whatsapp. Google juga meyakinkan kita bahwa semua data tersebut tidak akan dapat diambil oleh pihak ketiga ataupun disalahgunakan oleh Google.

Setelah Allo, Google juga memperkenalkan Duo. Aplikasi chatting video selayaknya Facetime pada iOS. Namun, yang membedakannya dengan produk video chat lainnya adalah kemampuannya untuk dapat melihat video si penelpon terlebih dahulu sebelum kita menerima panggilan.

Hebatnya lagi, Allo dan Duo akan rilis pada musim panas tahun ini (sekitar Juni atau Juli), dan dapat digunakan pada Android maupun iOS.

Sumber : http://chip.co.id/news/technology-special_report/16379/google_io_2016_asisten_pribadi_dan_cara_baru_chatting

Pengguna Aktif AdBlock Plus Tembus 100 Juta

Tool pemblokir iklan paling populer, Adblock Plus, kini memiliki pengguna aktif lebih dari 100 juta. Empat bulan yang lalu Adblock Plus juga sudah mengumumkan bahwa aplikasinya sudah didownload lebih dari 500 juta kali. Pencapaian ini menunjukkan tingkat retensi yang memuaskan, mengingat Adblock Plus sudah dirilis sekitar 10 tahun dan tentunya sudah didownload lebih dari sekali oleh penggunanya.  

Untuk mendapatkan angka yang akurat dari jumlah pengguna aktif Adblock Plus memang cukup sulit, karena update pada kebijakan privasi Adblock Plus tidak memungkinkan bagi pihak lain untuk melihat jumlah pasti dari pengguna aktif. Terakhir kali diumumkan, pengguna aktif Adblock Plus masih menunjukkan angka 50 juta dan tidak di-update lagi setelah itu.

Namun kepala operasional Adblock Plus, Ben Williams, menjelaskan dalam pernyataannya bahwa untuk angka 100 juta ini merupakan angka terakhir yang berhasil mereka dapatkan di mana pihak Adblock sudah bekerja selama beberapa bulan untuk mendapatkan hasil yang paling akurat tanpa melanggar kebijakan privasinya yang sangat ketat tersebut. Adblock Plus tetap tidak menjelaskan bagaimana tepatnya mereka bisa mendapatkan jumlah pengguna aktifnya.

Namun ada sebuah peringatan besar yang dicantumkan Adblock Plus kepada para calon penggunanya, yakni jika mereka menggunakan Adblock Plus di lebih dari satu perangkat maka pengguna tersebut akan dihitung lebih dari satu kali. Angka ini juga menunjukkan ‘instalasi akfif’ dimana Adblock Plus tidak bisa melacak pengguna apakah menggunakan komputer, tablet atau smartphone. Sumber : http://www.jagatreview.com/2016/05/pengguna-aktif-adblock-plus-tembus-100-juta/

Intel Akan Hadirkan Prosesor Skylake Desktop Baru?

Prosesor desktop dengan arsitektur Skylake telah dihadirkan Intel sejak pertengahan tahun 2015 lalu. Untuk tahun 2016 ini, Intel disebut akan menghadirkan penerus dari Skylake, Kaby Lake. Namun, sebelum Kaby Lake, Intel bisa jadi akan merilis beberapa prosesor Skylake lagi, untuk desktop, dengan kecepatan lebih tinggi dari yang ada saat ini.     Berdasarkan kabar yang beredar di Internet, Intel telah mengeluarkan pengumuman terkait hadirnya sembilan prosesor Skylake LGA1151 baru.

Kesembilan prosesor tersebut terdiri dari tiga prosesor Core i3, empat prosesor Pentium, serta dua prosesor Celeron. Prosesor-prosesor tersebut adalah Core i3-6120, Core i3-6120T, Core i3-6320T, Pentium G4420, Pentium G4540, Pentium G4420T, Pentium G4520T, Celeron G3940, dan Celeron G3920T. Sayangnya, walaupun kode-kode prosesor tersebut telah muncul, belum ada keterangan terkait spesifikasi, terutam

a clock speed, dari masing-masing prosesor. Hanya saja, ada kabar yang menyebutkan bahwa Core i3-6320T akan mengusung clock speed 100 MHz di atas Core i3-6300T, yakni 3400 MHz. Bisa jadi, prosesor lain juga akan menawarkan peningkatan serupa. Intel sendiri memang belum mengumumkan resmi kehadiran prosesor-prosesor baru tersebut. Namun, bila Intel memang menyiapkan prosesor-prosesor tersebut, mereka akan menghadirkannya dalam waktu dekat ini. Tentunya, prosesor baru tersebut akan kompatibel dengan motherboard LGA1151 yang ada saat ini.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2016/05/intel-akan-hadirkan-prosesor-skylake-desktop-baru/

Smartphone Windows 10 Akan Segera Dukung Pemindai Sidik Jari

Microsoft saat ini sedang meningkatkan kemampuan log in biometris yang ada pada Windows 10 Mobile. Microsoft berencana akan menambahkan sensor sidik jari pada Windows Hello di Windows 10 Mobile musim panas ini. Bagi yang belum tahu, Windows Hello merupakan sistem log in biometris yang ada pada Windows 10.

Untuk perangkat mobile, saat ini yang sudah mendukung Windows Hello adalah Lumia 950, tetapi terbatas pada iris scanning saja.   Rencana penambahan peminai sidik jari ini diumumkan Microsoft pada acara Windows Hardware Engineering Community di China bulan Maret lalu. Namun, baru awal minggu ini Microsoft merilis sebuah presentasi untuk memperkenalkan ke publik tentang rencana fitur sidik jari tersebut.

Rencana Microsoft ini pastinya akan berujung pada kebutuhan hardware baru untuk produksi smartphone Windows 10 Mobile baru mereka yang mendukung fitur pemindai sidik jari. Microsoft sebelumnya juga pernah mengumumkan bahwa smartphone terbaru Windows 10 Mobile akan memiliki fitur dual biometric dengan deteksi iris mata dan pemindai sidik jari.

Berdasarkan informasi ini, sepertinya Microsoft mulai meningkatkan fitur keamanan dari smartphone Windows 10 Mobile dan mulai mengikuti para kompetitor mereka. Memang, kompetitor Microsoft sudah banyak mengimplementasikan pemindai sidik jari di produk smartphone mereka. Mari kita tunggu saja seri smartphone apa yang akan pertama kali keluar dengan pemindai sidik jari ini.

Sumber : http://gadget.jagatreview.com/2016/05/smartphone-windows-10-akan-segera-dukung-pemindai-sidik-jari/

Google Akan Kenalkan Headset Android VR?

Belakangan ini, terdengar kabar kalau Google akan memperkenalkan Headset Android VR. Headset terbaru buatan Google ini kemungkinan besar akan dikenalkan pada ajang Google I/O Developer, yang akan diselenggarakan minggu depan. Headset ni merupakan sebuah perangkat independen, bukan seperti Google Card Board yang telah mereka perkenalkan beberapa tahun lalu.  

Kabar ini dikuatkan dengan ditemukannya sebuah icon yang menunjukkan Android VR pada aplikasi Google Play Developer Console beberapa hari lalu. Dengan penemuan ini, bisa jadi Google tengah menyiapkan ekosistem untuk perangkat VR tersebut. Nantinya, para developer akan memiliki opsi untuk membuat aplikasi Android secara nativeyang mendukung VR di Play Store.

Headset Android yang dibuat Google ini disebut bisa beroperasi secara independen. Hal ini berarti headset ini telah dilengkapi komponen penuh, sehingga tidak membutuhkan bantuan dari perangkat lain, seperti smartphone Android. Tentu saja, sebuah versi OS Android khusus akan digunakan untuk menjalankan headset tersebut. Untuk mendapatkan pengalaman VR yang baik, umumnya dibutuhkan perangkat VR yang mahal. Namun, kemungkinan Google akan merilis headset Android VR dengan harga yang lebih murah. Mari kita tunggu saja pengumuman resmi dari Google mengenai headset Android VR terbaru mereka pada ajang Google I/O.

Sumber : http://gadget.jagatreview.com/2016/05/google-akan-kenalkan-headset-android-vr/

AMD Tampilkan Informasi GPU Rx M400 Series

AMD akhirnya menampilkan informasi mengenai pengolah grafis untuk perangkat mobile, Rx M400 Series. Informasi tersebut kini telah tersedia, dan bisa diakses oleh publik di situs resmi mereka. Sayangnya, lini Rx M400 yang telah ditampilkan AMD ini tampaknya hanya “rebrand” dari GPU dari era sebelumnya, Rx M300 Series, bukan GPU baru yang menggunakan arsitektur baru, Polaris.   Terdapat 11 GPU Rx M400 Series yang ditampilkan AMD, yaitu R9 M485, R9 M470X, R9 M470, R7 465X, R7 M465, R7 M460, R7 M445, R7 M440, R5 M435, R5 M430, dan R5 M420. Kesebelas GPU tersebut masih terlihat menggunakan spesifikasi serupa dengan beberapa GPU Rx 300 Series. Namun, terlihat masih terdapat beberapa nama yang belum digunakan oleh AMD, seperti R9 M490X, R9 M490, R9 M480, R7 M450, dan lain sebagainya. AMD Rx M400 Series Berdasarkan berbagai informasi yang beredar di Internet belakangan ini, nama-nama yang belum digunakan tersebut bisa jadi sengaja disiapkan AMD untuk GPU Polaris. Memang, sempat muncul kabar bahwa R9 M480 telah diasosiasikan dengan Polaris 11, salah satu varian GPU Polaris, yang disiapkan untuk perangkat mobile. Hanya saja, kabar ini sejauh ini bukan kabar resmi dari AMD, sehingga kebenarannya masih belum bisa dipastikan. Polaris sendiri banyak disebut akan diperkenalkan dalam waktu dekat ini. Namun, belum diketahui kapan waktu pasti perkenalan dari Polaris tersebut, dan juga GPU apa saja yang akan diperkenalkan. Kemungkinan terbesar, AMD akan mengumumkan GPU untuk desktop terlebih dahulu. GPU untuk perangkat mobile tampaknya baru akan diumumkan menyusul.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2016/05/amd-tampilkan-informasi-gpu-rx-m400-series/

Tingkat Penggunaan Microsoft Edge Kembali Menurun

Tren penurunan jumlah pengguna dilaporkan kembali menimpa browser milik Microsoft yang disertakan di Windows 10, Microsoft Edge. Berdasarkan data dari Digital Analytics Program (DAP) yang dijalankan di situs milik pemerintah Amerika Serikat, tingkat penggunaan Microsoft Edge kembali menurun di bulan Maret – April 2016 ini. Bahkan, tingkat penggunaan di bulan April 2016 lalu mencapai titik terburuk sejak Windows 10 dirilis.    

DAP sendiri mencatat statistik dari sekitar 4000 situs di bawah 400 domain yang dimiliki pemerintah AS, dengan 10% – 15% pengunjung dari luar AS, dan sisanya dari AS. Berdasarkan pencatatan di bulan April 2016 lalu, Microsoft Edge hanya digunakan sekitar 22.1% dari total pengunjung situs-situs tersebut. Persentase tersebut menunjukkan penurunan yang cukup besar, 2.8%, bila dibandingkan bulan Febuari 2016 lalu.

Selain DAP, perusahaan lain yang mencatat data lalu lintas di Internet juga mengindikasikan Microsoft Edge masih belum berhasil menarik banyak pengguna, bahkan cenderung kehilangan pengguna. StarCounter dan Net Applications juga menyebutkan Microsoft Edge gagal berkembang dalam beberapa bulan terakhir ini. Hal itu membuat Microsoft harus mengakui ketertinggalan mereka dari Google di peperangan browser.

Microsoft Edge sendiri sebenarnya diharapkan penggunaannya mulai meningkat di bulan April – Mei 2016 ini. Hal itu disebabkan karena Microsoft mulai membuka dukungan ekstensi untuk browser tersebut. Hanya saja, peningkatan yang diharapkan ternyata tidak terjadi di April 2016 lalu. Belum diketahui apakah tingkat penggunaan di bulan Mei 2016 ini akan meningkat setelah dukungan ekstensi dibuka.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2016/05/tingkat-penggunaan-microsoft-edge-kembali-menurun/

Motorola Droid Maxx 2 Terima Update Android Marshmallow

Kabar gembira bagi pengguna smartphone Motorola Droid Maxx 2 karena update Android 6.0 Marshmallow telah dirilis. Seperti yang kita ketahui, Droid Maxx 2 ini adalah versi Amerika dari smartphone Moto X Play yang ditujukan untuk pasar global. Seperti biasa, update dapat dilakukan melalui OTA (Over the Air). Motorola Droid Maxx 2 ini dibekali dengan layar sentuh berukuran 5,5 inci dengan resolusi full HD 1920 x 1080 piksel berteknologi panel IPS (In-Plane Switching) dengan kerapatan layar mencapai 401 piksel per inci, serta dilindungi lapisan antigores dari Gorilla Glass 3.

Smartphone Motorola Droid Maxx 2 menjalankan sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop saat pertama kali dirilis. Performa yang ditawarkan oleh Motorola Droid Maxx 2 cukup baik di kelasnya dengan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 615 yang mengusung prosesor octa-core ARM Cortex-A53 64-bit yang terdiri dari quad-core berkecepatan 1,7GHz dan quad-core berkecepatan 1GHz yang dipadukan dengan memori RAM sebesar 2GB, serta didukung oleh pengolah grafis dari Adreno 405.

Motorola juga membekalinya dengan memori internal sebesar 16GB/32GB yang dapat diperluas melalui slot microSD maksimal 128GB. Konektivitas Motorola Droid Maxx 2 cukup lengkap dengan dukungan Bluetooth, port microUSB, WiFi, GPS, 4G LTE, dan 3G HSPA. Salah satu keunggulan ponsel ini adalah dukungan baterai berkapasitas bersar di kelasnya, yakni 3630mAh.

Kamera adalah fitur unggulan Motorola Droid Maxx 2 karena dibekali dengan kamera utama dengan resolusi 21 megapiksel dengan sensor Sony IMX230 aperture f/2.2 lengkap dengan fitur autofokus dan LED flash. Droid Maxx 2 juga diperkuat dengan kamera depan resolusi 5 megapiksel untuk foto selfie dan video call, seperti yang dilansir dari Phone Arena (08/05/2016). Sumber : http://sidomi.com/449562/motorola-droid-maxx-2-terima-update-android-marshmallow/