Twitter dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melakukan merger bisnis dengan Yahoo. Diketahui saat ini, bisnis Yahoo sedang mengalami keterpurukan dan sudah menutup beberapa bisnis inti internetnya. Namun tampaknya, pihak Twitter masih melihat adanya potensi bisnis yang bisa dilakukan bersama Yahoo.

Baik pihak Twitter dan Yahoo sebenarnya dikabarkan sudah melakukan percakapan beberapa minggu lalu. Mereka mendiskusikan kemungkinan untuk bergabung dalam menjalankan beberapa strategi bisnisnya. Beberapa kalangan sempat mengira bahwa Twitter ingin mengakuisisi Yahoo.

Akan tetapi, sebagaimana berita yang kami sadur dari Ubergizmo mengatakan bahwa hal tersebut tidak terjadi. “Twitter merupakan penyedia berita instant dan Yahoo masih memiliki pengunjung yang cukup banyak melalui situsnya. Namun ide ini tidak segila seperti yang Anda pikirkan”.

Beberapa kalangan mengatakan kalau langkah merger yang akan dilakukan Twitter hanyalah ingin mendapatkan beberapa informasi dari Yahoo. Namun tampaknya merger yang akan dilakukan oleh kedua diragukan bakal terjadi sebab Jack Dorsey, selaku CEO Twitter tidak hadir pada saat Twitter dan Yahoo sedang melakukan pertemuan.

Selain itu, potensi Yahoo di kalangan pengguna pun terus mengalami penurunan yang signifikan. Pada November 2015 lalu disebutkan bahwa Yahoo sudah mencapai titik terendah mereka sebagai penyedia layanan pencarian online. Di Amerika Serikat, Yahoo hanya meraih 7.6% sebagai penyedia mesin pencari berdasarkan catatan StatCounter yang mana merupakan pencapaian yang sangat buruk untuk perusahaan tersebut.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2016/06/twitter-pertimbangkan-merger-dengan-yahoo/

Leave a Reply

Your email address will not be published.