Waspada, Melego Ponsel Sama Saja dengan Membuka Data Pribadi

Perusahaan pembuat aplikasi teknologi keamanan ponsel terbesar di dunia, Avast Software, mengklaim bahwa perusahaannya mampu mengidentifikasi data pribadi yang sensitif pada ponsel pintar yang dijual di toko-toko ponsel bekas.

Untuk melakukan uji coba, Avast membeli 20 ponsel pintar (smartphone) di beberapa toko ponsel bekas. Kemudian, mereka menggunakan perangkat lunak data recovery yang banyak tersedia di pasar secara gratis untuk mendeteksi data di ponsel pintar tersebut.

Hasilnya ternyata sangat mengagetkan. Avast berhasil menyelamatkan lebih dari 2.000 foto pribadi, email, pesan teks, faktur dan satu video dengan konten dewasa yang telah dihapus pemilik sebelumnya. Selain itu, pemilik ponsel sebelumnya juga sering lupa melakukan log out dari akun Gmail, dan hal ini menimbulkan resiko pemilik baru diam-diam membaca atau mengirim pesan melalui akun tersebut.

“Ponsel Android terbaru cukup aman dalam hal reset pabrik (factory reset). Namun, masih banyak ponsel dengan versi Android lama yang memiliki fitur reset yang kurang baik yang masih dijual,” ungkap President of Mobile Avast Software, Gagan Singh, dalam siaran persnya, Senin (25/4).

Dua tahun sebelumnya, lanjut dia, Avast melakukan eksperimen yang serupa dengan ponsel yang dijual pemilik secara online di Amerika Serikat. Dalam eksperimen ini, Avast menemukan lebih dari 40.000 foto pribadi, email dan pesan teks.

Kesimpulannya, kata Singh, di saat teknologi ponsel pintar yang kian berkembang, masih saja konsumen kurang memiliki kesadaran mengenai cara memproteksi data pribadi yang sensitif.

“Menurut penelitian yang kami lakukan, beberapa orang lupa menghapus data pribadi dan melakukan reset pabrik sebelum menjual ponsel mereka. Untuk memastikan bahwa semua data telah dihapus, pemilik harus melakukan overwrite terhadap data-data mereka. Tanpa melakukan langkah-langkah ini, data pribadi mereka dapat diakses oleh pemilik baru,” kata Singh.

“Selain itu, pemilik ponsel juga memiliki tanggung jawab untuk menghapus semua data sensitif dan data pribadi dari ponsel mereka sebelum dijual, dan mereka tidak bisa bergantung pada pemilik toko untuk menghapus sisa data yang ada,” tambahnya.

Ketika menjual ponsel, kata Singh, pastikan identitas dan data pribadi Anda telah terhapus. Bila data pribadi jatuh ke tangan yang salah, orang yang tidak bertanggung jawab tentu dapat memanfaatkannya untuk melakukan pencurian identitas atau melakukan pemerasan, atau menyebarkan konten dewasa lewat internet.

“Kami tahu, pemilik ponsel tentu tidak akan suka jika orang asing melihat foto-foto mereka. Jadi, pastikan Anda memiliki waktu untuk menghapus data sensitif sebelum menjual ponsel,” katanya.

Untuk menghindari hal tersebut, kata Singh, Avast menganjurkan pemilik ponsel yang ingin menjual ponsel mereka untuk menginstal aplikasi Avast Anti-Theft yang tersedia gratis dan gunakan fitur thorough wipe untuk menghapus data secara permanen.

Avast Anti-Theft sendiri bisa diunduh secara gratis di Google Play,” kata Singh.

Sumber : http://www.beritasatu.com/gadget/361853-waspada-melego-ponsel-sama-saja-dengan-membuka-data-pribadi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.